PELATIHAN “MASJID GO DIGITAL” UNTUK PERKUAT PERAN TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN MASJID DILAKUKAN DI WISMA KUTAKARANG
ACEH UTARA — Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Utara menyelenggarakan pelatihan “Masjid Go Digital” di Wisma Kutakarang, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini bertujuan mempercepat adopsi teknologi digital dalam pengelolaan aktivitas masjid dan meningkatkan keterampilan pengurus masjid menghadapi dinamika era digital.
Pelatihan yang berlangsung sepanjang hari tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan panitia pengelola masjid di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya integrasi teknologi dalam administrasi dan layanan masjid.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong masjid menjadi pusat aktivitas keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga layanan kepada jamaah tidak hanya pada aspek ritual, tetapi juga pada pengelolaan informasi dan pelayanan digital,” ujar Kepala Dinas.
Pelatihan “Masjid Go Digital” mencakup beberapa sesi materi, antara lain pemanfaatan aplikasi keuangan digital untuk pengelolaan infak dan sedekah, strategi penggunaan media sosial untuk dakwah dan informasi kegiatan masjid, serta pengelolaan data jamaah secara digital. Para peserta juga dibekali keterampilan praktis tentang pembuatan konten dakwah digital yang efektif dan aman dari disinformasi.
Salah satu narasumber menyampaikan bahwa digitalisasi masjid bukan hanya soal penggunaan alat teknologi, tetapi juga tentang bagaimana pengurus masjid dapat menciptakan keterlibatan jamaah secara lebih luas melalui platform digital. “Dengan memahami perangkat digital, masjid bisa memperluas ruang dakwah sekaligus mempermudah jamaah mengakses informasi kegiatan dan layanan,” tambahnya.
Pada sesi tanya jawab, peserta aktif berdiskusi tentang tantangan di lapangan, termasuk kendala perangkat dan literasi digital di tingkat komunitas. Narasumber memberi solusi praktis yang bisa langsung diterapkan di masjid masing-masing.
Ketua panitia pelatihan menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal dalam program berkelanjutan yang diinisiasi Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Utara untuk memperkuat keberadaan masjid di era digital. “Ke depan, kami akan mendorong pembentukan komunitas pelatihan lanjutan agar pengurus masjid bisa saling berbagi pengalaman dan terus memperbarui keterampilan digitalnya,” ujar Ketua Panitia.
Pelatihan ini tidak hanya mendapat respon positif dari peserta, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat yang melihat pentingnya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan kemampuan teknologi dalam membangun masyarakat yang adaptif dan produktif.




